File Schavenger

Standard

File Scavenger ® Versi 3 adalah file “hapus” dan utilitas pemulihan data  untuk Windows XP ®, Windows 7, Vista ®, Windows ® Server 2003, Windows 2000 ®, Windows NT ® dan Windows ® Me/98/95.

File Scavenger ® dapat memulihkan file yang telah sengaja dihapus (termasuk file dihapus dari Recycle Bin, dalam jendela DOS, dari drive jaringan, dari Windows Explorer dengan tombol SHIFT ditekan) asalkan pemulihan ini dicoba sebelum file secara permanen ditimpa oleh data baru.File Scavenger ® mendukung kedua dasar dan dinamis disk, NTFS kompresi, alternatif data stream, file jarang, nama file Unicode, dll Kecuali pada kasus yang berat, baik file dan folder path yang mengarah ke file tersebut dapat dikembalikan.

File Scavenger ® juga dapat memulihkan file dari volume diformat ulang atau rusak bahkan ketika volume telah dihapus dan posisi semula dan ukuran tidak diketahui. File Scavenger® can scan an entire physical hard drive to look for traces of defunct volumes. File Scavenger ® dapat memindai seluruh hard drive fisik untuk mencari jejak volume mati.

File Scavenger ® menggunakan algoritma yang canggih untuk menangani disk yang memiliki partisi sektor buruk dan rusak parah.  Hal ini dapat diinstal pada hard drive atau menjalankan dari perangkat penyimpanan portabel seperti memory stick, removable drive, CD atau floppy disk.  Untuk menjalankan File Scavenger ®, Anda harus log on sebagai administrator sistem komputer dimana data recovery dimaksudkan.

File hanya dapat dikembalikan jika daerah disk yang dialokasikan ke file yang belum ditimpa oleh data baru.  Semua file pulih harus divalidasi untuk integritas data pulih.

File Schavenger (Download)

“SELAMAT MENCOBA”.

Hacker, Berawal dari Pemberontakan

Standard

Koran SI – Koran SI

Garry McKinnon

INILAH DUNIA KAMI…Dunia elektron dan switch, beauty of the baud. Kalian menyebut kami penjahat. Karena kami menggunakan layanan yang sudah ada tanpa membayar, padahal layanan itu seharusnya sangat murah jika tidak dikuasai oleh orang-orang rakus.Kami kalian sebut penjahat karena kami gemar menjelajah. Kami kalian sebut penjahat karena kami mengejar ilmu pengetahuan. Kami ada tanpa warna kulit, tanpa kebangsaan, tanpa bias agama. Tapi bagi kalian kami penjahat. Kami adalah penjahat. Sedangkan kalianlah yang membuat bom nuklir, mengobarkan peperangan, membunuh, berbuat curang, berbohong, dan berusaha membuat kami percaya bahwa itu semua demi kebaikan kami. Ya, aku adalah penjahat. Kejahatanku adalah keingintahuanku.

Kejahatanku adalah menilai orang berdasarkan perkataan dan pemikiran mereka, dan bukan berdasarkan penampilan mereka. Kejahatanku adalah menjadi lebih pintar dari kalian, sebuah dosa yang tak bisa kalian ampuni. Aku adalah hacker, dan inilah manifestoku. Kau bisa menghentikan satu. Tapi kau tak akan bisa menghentikan semuanya. Bagaimanapun juga, kami semua sama.”

Itu merupakan ideologi hacker yang dirumuskan Loyd Blankenship yang dikenal dengan The Mentor. Ideologi itu tertuang dalam The Conscience of a Hacker (Hacker Manifesto).

Tak bisa dipungkiri, hacker menjadi fenomena di abad teknologi. Namun, hacker juga memiliki citra buruk karena dianggap penjahat. Kasus paling menghebohkan adalah pada April 2009. Hacker berhasil membobol Pentagon dan mengambil data yang sangat penting. Data tersebut dipublikasikan pada media terkemuka, Wall Street Journal. Harian tersebut merilis data sistem proyek pesawat tempur termahal Pentagon senilai USD300 miliar yang dibobol hacker itu. Proyek pesawat generasi kelima tersebut adalah Joint Strike Fighter atau yang juga dikenal dengan nama F-35 Lightning II Fighter. Wall Street Journal melaporkan bahwa para peretas komputer tersebut telah dapat meraup data mengenai desain dan sistem elektronik pesawat tersebut.

Namun, para hacker ini gagal mencuri materi yang paling sensitif. Data paling penting tersebut disimpan rapat dalam komputer yang tidak terkoneksi dengan internet. Para hacker menyerang melalui celah keamanan dalam jaringan beberapa kontraktor yang turut membangun pesawat jet canggih itu yakni Lockheed Martin Corp, Northrop Grumman Corp, dan BAE Systems PLC. Tokoh hacker yang paling mengguncang dunia adalah Gary Mc-Kinnon. McKinnon terseret ke meja hijau setelah pada 2001 dan 2002 dituduh telah membobol sistem komputer Pentagon dan Badan Antariksa AS (NASA).

Namun, McKinnon mengaku bahwa dia melakukan hal itu bukan untuk merusak atau mengobrak-abrik sistem komputer Pemerintah AS. Berdasarkan pengakuannya, dia membobol sistem komputer NASA dan Pentagon itu hanya untuk mencari informasi-informasi rahasia tentang keberadaan makhluk luar angkasa atau biasa disebut extraterrestrial (ET) dan UFO. Akibat ulahnya itu, kini dia terancam hukuman 60 tahun penjara. Pemerintah AS menyebut Mc-Kinnon bertanggung jawab atas tindakan hacking terbesar dalam sejarah, termasuk masuk ke jaringan komputer lembaga angkatan laut AS dan NASA. McKinnon menyatakan dirinya hanya menjadi contoh dan peneliti untuk menangkal para hacker yang mencoba menyusup sistem komputer AS.

Sementara pada Maret 2009, seorang pria asal Rumania bernama Eduard Lucian Mandru diciduk polisi karena membobol sistem jaringan Pentagon. Pria yang sehari-hari kuliah fakultas ekonomi itu memang handal dalam mengoperasikan komputer dan Linux. Dia menyebut dirinya sebagai Wolfenstein dan mampu menembus keamanan jaringan Pentagon pada 2006. Mandru berhasil diendus keberadaannya dan ditangkap setelah mengirimkan alamat e-mail-nya saat mengirimkan lamaran pekerjaan. Dari situ, penyamarannya dideteksi. McKinnon dan Mandru merupakan contoh kecil para pembobol Pentagon.

The Washington Post pernah melaporkan bahwa pada 1998 dalam satu tahun situs keamanan milik Pentagon telah 250.000 kali diacak-acak para hacker nakal. Ada juga beberapa mantan hacker justru menjadi konsultan keamanan di perusahaan swasta atau di institusi pemerintah. Ini membuktikan bahwa untuk menangkal hacker, harus menggunakan hacker. Dengan demikian, aksi para hacker pun akan semakin sempit.

Pada Maret 2009, Owen Thor Walker, hacker asal Selandia Baru, dipekerjakan sebagai konsultan keamanan cyber oleh TelstraClear, perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di negaranya. Padahal pada 2008, Walker digugat atas kesuksesannya menembus data 1,3 juta komputer di seluruh dunia. (srn)

www.okezone.com

Terlalu Lama di Depan TV & Komputer Picu Kematian

Standard

Rachmatunnisa – Okezone

(Foto: Ist)

SIDNEY – Hasil studi terbaru menyebutkan, menonton TV dapat meningkatkan risiko meninggal akibat penyakit jantung hampir lima kali lipat. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang senang bermalas-malasan dan sering berlama-lama di depan komputer.Studi terbaru yang dilakukan profesor David Dunstan dan timnya dari Baker IDI Heart and Diabetes Institute ini menemukan bahwa, orang-orang yang menghabiskan waktu lebih dari empat jam menonton TV 80 persen lebih berisiko mengalami kematian karena  penyakit jantung, dibandingkan mereka yang menonton TV kurang dari dua jam.

Dunstan menyebutkan, risiko ini mengintai orang-orang yang jarang bergerak, yang sebagian besar kegiatannya hanya berpindah dari satu tempat duduk ke tempat duduk lain, berlama-lama menonton TV atau duduk di depan komputer.

“Bahkan meskipun seseorang itu memiliki berat badan ideal dan nampak sehat, terlalu sering duduk tanpa melakukan kegiatan apapun dalam periode yang cukup lama akan berpengaruh pada kadar gula dan darah dalam tubuh mereka,” kata Dunstan, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (12/1/2010).

Dalam studinya, peneliti melakukan survei terhadap sekira 8.800 orang dewasa. Para partisipan kemudian berada dalam pengawasan peneliti selama tujuh tahun untuk diukur kadar kolesterol dan  gula darah mereka. Tak lupa, kebiasaan mereka menghabiskan waktu menonton TV pun disertakan dalam penelitian.

Hasil penelitian menemukan, selama enam tahun 87 orang meninggal akibat serangan jantung dan 125 lainnya akibat kanker. Dalam temuan ini, faktor lain seperti merokok dan tekanan darah tingggi tidak diikutsertakan. Untuk itu para peneliti memberi saran agar kita menghindari duduk terlalu lama guna menurunkan risiko penyakit berbahaya. (rah)

www.okezone.com

Berinternet Tingkatkan Fungsi Otak Orang Tua

Standard

Rachmatunnisa – Okezone

Bagi kalangan orang tua, berinternet bisa meningkatkan fungsi otak (Foto: eldergadget)

LOS ANGELES – Hasil studi yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of California, Los Angeles (UCLA) menemukan bahwa kegiatan berselancar di dunia maya bagi para pengguna internet paruh baya atau lebih tua dapat meningkatkan fungsi otak mereka.

“Kalangan orang tua dengan pengalaman menggunakan internet yang minim, bisa meningkatkan kemampuan fungsi otak mereka dengan berselancar di dunia maya. Bahkan meski hanya sebentar, kegiatan berinternet mampu mengubah pola aktivitas kinerja otak serta meningkatkan fungsinya,” kata Dr Gary Small dari Semel Institute for Neuroscience and Human Behavior di UCLA.

Small dan timnya menyeleksi sekira 24 partisipan berusia antara 55 hingga 78 tahun. Setengah dari sampel partisipan memiliki pengalaman menggunakan internet, sementara sebagian lainnya tidak terlalu berpengalaman dalam berinternet.

Setelah diberikan pelatihan internet, peneliti kemudian menganalisa aktivitas otak para partisipan yang minim pengalaman. Dengan alat khusus, terlihat bahwa hanya dalam waktu singkat pola aktivitas otak mereka sangat mirip dengan mereka yang berada dalam kelompok yang mahir berinternet. Demikian keterangan yang dikutip dari Xinhua, Selasa (20/10/2009).

“Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa berselancar secara online bisa menjadi bentuk latihan sederhana yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan pengenalan pada orang-orang paruh baya,” kata peneliti lainnya Teena D Moody.

Menurut Moody, saat melakukan pencarian dan browsing di internet, kemampuan dalam mengingat dan menggali informasi penting dari sebuah gambar atau kata menjadi sangat penting. Oleh karena itulah otak dipicu untuk bekerja (berpikir) lebih keras. (rah)

www.okezone.com

7 Perguruan Tinggi Teknologi Ternama Dunia

Standard

Stefanus Yugo Hindarto – Okezone

(Foto:Toi)

NEW DELHI – Dalam daftar perguruan tinggi terbaik dunia yang dikeluarkan Times Higher Education dan QS Top Universities terdapat sejumlah perguruan teknologi yang mengkhususkan diri pada studi teknologi.

Dari 100 Perguruan Tinggi terbaik itu, setidaknya terdapat beberapa perguruan tinggi berbasis teknologi yang berhasil bersaing dengan perguruan tinggi umum.

Studi ini sendiri, dilakukan Times Higher Education dilakukan terhadap sekira 9.000 perguruan tinggi. Penilaian didasarkan pada fasilitas penelitian, kualitas pendidik, dan kemampuan perguruan tinggi merekrut pendidik. Demikian dilansir Times ofIndia, jumat (16/10/2009).

Berikut Sejumlah Perguruan Tinggi Teknologi yang tembus 100 Besar Perguruan Tinggi terbaik Dunia

1. Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat
2. California Institute of Technology (Caltech), Amerika Serikat
3. Hong Kong University of Science and Technology, Hongkong
4. Tokyo Institute of Technology, Jepang
5. Technical University of Munich (TUM), Jerman
6. Delft University of Technology, Belanda
7. Georgia Institute of Technology, Amerika Serikat (stf)

www.okezone.com

Komputer Biomolekuler Bisa Berpikir Logis

Standard

Rachmatunnisa – Okezone

(Foto: Getty Image)

WASHINGTON – Tom Ran dan Shai Kaplan dari Weizman Institute’s Biological Chemistry merancang sebuah program canggih untuk komputer biomolekuler yang memungkinkan komputer buatan mereka dapat berpikir logis.

Ran dan Kaplan menemukan cara baru untuk membuat perangkat komputer yang mudah digunakan, bahkan pada saat melakukan tugas-tugas penghitungan kompleks. Komputer yang mereka ciptakan ini juga dirancang untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit.

Big News Networks, Jumat (16/10/2009) melansir, sebenarnya pada 2001 Ran dan Kaplan sudah pernah memperkenalkan sistem komputasi DNA yang dapat diprogram secara otomatis.

Kemudian, versi terbaru dari sistem komputasi itu dikembangkan lagi pada 2004. Saat itu, sistem komputer tersebut digunakan untuk mencampur senyawa dalam tabung reaksi agar melepaskan molekul untuk menghancurkan kanker.

Sistem komputer biomolekuler kini dikembangkan lebih jauh lagi agar bisa melakukan jutaan tugas penghitungan secara paralel.

Ran dan Kaplan terus mengembangkan program komputer biomolekuler agar bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang lebih sulit yang melibatkan banyak rumus dan fakta. (rah)

www.okezone.com

20 Tahun Lagi, Kutub Utara Berubah Jadi Lautan

Standard

Rachmatunnisa – Okezone

Kutub es diperkirakan berubah menjadi lautan pada 20 tahun mendatang (Foto: AFP)

LONDON – Kutub utara yang menyimpan sejumlah massa es terbesar di dunia diperkirakan akan menghilang dan berubah menjadi lautan dalam kurun waktu 20 hingga 30 tahun ke depan.

Para peneliti kutub yang dipimpin oleh Pen Hadow mempresentasikan hasil ekspedisi ilmiah mereka ini dan menyebutkan bahwa perkiraan mereka sangat mungkin bisa terjadi akibat suhu Bumi yang kian memanas.

Hadow dan rekan-rekannya mendapatkan kesimpulan ini setelah melakukan ekspedisi ilmiah di kutub utara selama 73 hari dan melakukan lebih dari 6.000 pengukuran dan observasi pada lautan es tersebut.

“Massa es terbesar di dunia ini akan hilang dalam kurun waktu 20 hingga 30 tahun. Namun perkiraan ini sewaktu-waktu bisa juga mundur dari yang diperkiarakan,” kata rekan Hadow, Peter Wadhams dari Cambridge University seperti dikutip dari AFP, Kamis (15/10/2009).

“Bahkan bisa jadi, dalam waktu sepuluh tahun mendatang kutub utara ini sudah mulai berubah menjadi laut terbuka,” tambahnya.

Saat ini, ketebalan es di kutub utara pun sudah mulai berkurang. Di sepanjang jalur berjarak sekira 450 kilometer, rata-rata ketebalan es yang mengapung berkisar antara 1,8 meter, sementara gundukan es padat memiliki ketabalan hanya 4,8 meter.

“Es dengan ketebalan sekira 1,8 meter merupakan ciri khas es baru yang sangat rentan cepat meleleh pada saat musim panas,” kata Wadhams.

Peneliti lainnya, Martin Sommerkorn menyebutkan bahwa hasil studi tersebut menggambarkan kondisi suram saat es meleleh kian cepat bahkan lebih dini dari yang pernah diperkirakan sebelumnya.

“Hal ini akan menimbulkan banjir yang bisa mempengaruhi seperempat populasi dunia. Kita pun harus menyadari bahwa ini bisa terjadi akibat semakin meningkatnya emisi gas dari efek rumah kaca, pembakaran karbon serta perubahan cuaca dan iklim yang sangat ekstrim,” tandasnya. (rah)

www.okezone.com